Jumat, 18 Maret 2016

Essay for DINAMIKA ESSAY UNILA

Nurul Abidah

Peranan Ilmu Matematika dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia

Di zaman sekarang ini pendidikan adalah momok yang sangat penting dalam memajukan sebuah negara karena dengan pendidikanlah kita dapat memerangi kebodohan dan kemiskinan. Melalui pendidikan dapat mencetak individu-individu yang unggul dalam berbagai bidang keilmuan, selain itu dapat membentuk karakter-karakter yang kreatif, inovatif dan memiliki keterampilan-keterampilan yang ahli dalam berbagai macam bidang pekerjaan.
Perkembangan dan kemajuan di segala bidang aspek kehidupan suatu bangsa dan negara tidak lepas dari perkembangan dan kemajuan di bidang pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. ( UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 Pasal 1)
Melalui pendidikan seseorang dapat mengetahui banyak hal atau berwawasan luas, dengan berwawasan luas ini seseorang dapat menentukan langkah terbaik mengambil suatu tindakan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang bahkan sangat rumit untuk dihadapi. Salah satu masalahnya, seperti ketika sewaktu Amerika serikat menjatuhkan bom di negara Jepang pada akhir perang dunia II lebih tepatnya pada waktu itu pengeboman atom terjadi di Hiroshima pada 6 Agutus 1945 dan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
Banyak sekali kerugian yang timbul akibat pengoboman atom tersebut, seperti kerugian materil yang sangat besar karena banyak sekali yang hancur pada saat itu dan lalu banyaknya korban baik yang tewas, terkena luka berat mapun terkena luka ringan. Tak hanya sampai itu saja kerena bom tersebut adalah bom nuklir, banyak kerugian yang dialami oleh negara Jepang pada saat itu, yaitu banyak timbul dampak jangka panjangnya yaitu kerusakan lingkungan dan penyakit parah akibat radiasi bom nuklir tersebut.
Pada saat itu negara Jepang benar-benar mengalami kehancuran karena peristiwa itu, namun mereka tetap berupaya untuk mencari jalan keluarnya. Salah satunya yaitu mencari, memanggil, dan mengumpulkan guru-guru dari seluruh penjuru wilayah negara mereka. Mereka melakukan itu agar dapat terus memberikan pendidikan pasca bom nuklir tersebut agar mereka bisa cepat bangkit dari keterpurukan itu. Terbukti pada masa sekarang negara Jepang dapat menjadi negara maju dan memiliki teknologi, baik robot, transportasi maupun komunikasi yang sangat maju. Bukti lainnya adalah banyak produk-produk teknologi mereka yang diekspor ke negara kita. Oleh karena itulah, dengan melihat contoh tersebut dapat dikatakan bahwa dengan pendidikan sebuah negara dapat menjadi maju.
Kita dapat menentukan kualitas pendidikan suatu negara dari maju atau tidaknya sebuah negara. Itu berarti dapat dikatakan bahwa negara tersebut maju  karena negaranya memiliki kualitas pendidikan yang tinggi. Contohnya seperti negara maju yaitu Finlandia yang tentunya memiliki sistem pendidikan yang sangat bagus sehingga negara tersebut memiliki kualitas pendidikan yang tinggi.
Lalu juga kita dapat menentukan kualitas pendidikan suatu negara melalui prestasi-prestasi yang dimilikinya. Namun di negara Indonesia sendiri, prestasi-prestasi yang ada masih minim atau jumlahnya sedikit dibadingkan negara-nagara maju lainnya. Hal ini masih menjadi kendala untuk negara kita menjadi sebuah negara yang maju. Teutama lagi juga prestasi yang jumlahnya masih minim di bidang matematika. Matematika adalah ilmu dasar dari segala ilmu pengetahuan dan melalui matematika dapat membentuk individu-individu yang memiliki kemampuan berpikir logis, sistematis, kreatif, dan jujur.
Mutu pendidikan Indonesia dalam mata pelajaran matematika masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari survei Trend in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) yang menempatkan Indonesia pada posisi yang belum menggembirakan di antara negara-negara yang di survei. Survei TIMSS, yang dilakukan oleh The  International Association for the Evaluation and Educational Achievement (IAE) berkedudukan di Amsterdam, mengambil focus pada domain isi matematika dan kognitif siswa.
Domain isi meliputi Bilangan, Aljabar, Geometri, Data dan Peluang, sedangkan domain kognitif meliputi pengetahuan, penerapan, dan penalaran. Survei yang dilakukan setiap 4 (empat) tahun yang diadakan mulai tahun 1999 tersebut menempatkan Indonesia pada posisi 34 dari 48 negara, tahun 2003 pada posisi 35 dari 46 negara, tahun 2007 pada posisi 36 dari 49 negara, dan pada tahun 2011 pada posisi 36 dari 40 negara.
Sementara itu studi tiga (3) tahunan PISA, yang diselengggarakan oleh Organization for Economic Coorperation and Development (OECD) sebuah badan PBB yang berkedudukan di Paris, bertujuan untuk mengetahui literasi matematika siswa. Fokus studi PISA adalah kemampuan siswa dalam mengidentifikasi dan memahami serta menggunakan dasar-dasar matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Studi yang dilakukan mulai tahun 2000 menempatkan Indonesia pada posisi 39 dari 41 negara, tahun 2003 pada posisi 38 dari 40 negara, tahun 2006 pada posisi 50 dari 57 negara, tahun 2009 pada posisi 61 dari 65 negara, dan yang terakhir tahun 2012 pada posisi 64 dari 65 negara. (Prof Budi: 2015)
Dengan salah satu cara meningkatkan prestasi di bidang matematika adalah melalui pembelajaran atau pendidikan matematika. Melalui pembelajaran atau pendidikan matematika inilah negara kita dapat meningkatkan kualitas pendidikannya. Seorang pakar pendidikan matematika, Soedjadi (dalam Zulkardi, 2000) mengatakan pembelajaran matematika tidak hanya diarahkan agar siswa dapat memecahkan soal dan menerapkan matematika tetapi juga dapat menumbuhkan kemampuan-kemampuan yaitu, (1) kemampuan menerapkan dan menggunakan matematika dalam bidang lain, (2) kemampuan berpikir analisis dan sintesis, (3) kemampuan membedakan yang benar dan salah dengan analisa logis, (4) kemampuan bekerja keras, konsentrasi, dan mandiri, dan (5) kemampuan memecahkan masalah.
Dengan pendidikan matematika, seorang individu dapat memperoleh kemampuan-kemampuan tersebut yang tentunya akan sangat berguna untuk masa depannya nanti. Ini berarti pendidikan matematika memiliki andil yang sangat besar dalam menggapai kesuksesan seseorang di masa mendatang.
Pertama, kemampuan menerapkan dan menggunakan matematika dalam bidang lain. Maksudnya disini adalah menggunakan matematika dalam memecahkan masalah yang ada disekitar. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan suatu pembelajaran dalam kegiatan proses belajar mengajar yaitu Matematik Realistik (MR) yang telah lama dikembangkan di Belanda. Freudental dalam bukunya, Realistic Mathematics Education menyatakan bahwa “matematika harus terkait dengan realita dan matematika merupakan bagian dari aktivitas manusia” (Freudental:2003). Metematika Realistik (MR) adalah pembelajaran matematika yang mengacu pada kontruktivis sosial dan dikhususkan pada pendidikan matematika (De Lange dan Ven Den Neuvel Panhuizen:2003).  Melalui pendidikan matematika individu dapat menciptakan, mengembangkan dan meningkatkan beberapa kemampuannya.
Kedua, kemampuan berpikir analisis dan sintesis. Kemampuan analisis  matematis adalah kemampuan untuk memisahkan materi ke dalam bagian-bagiannya yang perlu, mencari hubungan antara bagian-bagiannya dan mengamati sistem bagian-bagiannya, mampu melihat komponen-komponennya, serta membedakan fakta dari khayalan (Sinta Verawati dewi:2013). Lalu kemampuan sintesis matematis adalah kemampuan berpikir yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang berstruktur atau berbentuk pola baru (Sinta Verawati dewi:2013). Ini berarti bahwa pentingnya pendidikan matematika untuk individu-individu dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan lainnya dan dalam menghadapi serta memecahkan masalah dengan baik dan cepat melalui kemampuan berpikir analisis dan sintesisnya.
Ketiga, kemampuan membedakan yang benar dan salah dengan analisa logis. Melalui ilmu matematika, individu dapat mengembangkan kemampuan tersebut. Kemampuan analisa logis tersebut dapat diperoleh individu melalui berpikir logis. Pengertian berpikir logis dikemukakan oleh beberapa pakar lainnya (Albrecht, 1984, Strydom, 2000, Suryasumantri, 1996). Berpikir logis atau berpikir runtun didefinisikan sebagai: proses mencapai kesimpulan menggunakan penalaran secara konsisten (Albrecht, 1984), berpikir sebab akibat (Strydom, 2000), dan berpikir menurut pola tertentu atau aturan inferensi logis atau prinsip-prinsip logika untuk memperoleh kesimpulan (Suryasumanturi, 1996). Dalam ilmu matematika kita dapat melatih kemampuan ini melalu pengerjaan dan penganalisaan soal-soal dalam menyederhanakan dan membuktikan premis-premis yang ada.  
Keempat, kemampuan bekerja keras, konsentrasi, dan mandiri melalui pendidikan matematika. Di dalam mempelajari matematika diperlukan ketekunan, ketelatenan, kerajinan, dan kesabaran dalam memahami dan memecahkan soal-soalnya. Ketika individu-individu tersebut melakukan hal tersebut maka akan terbentuk dan melekat karakter pekerja keras, konsentrasi, dan kemandirian dalam mengerjakan suatu hal.
Kelima, kemampuan memecahkan masalah melalui pendidikan matematika. Pemecahan masalah menurut Nurhadi (2004 : 206) meliputi beberapa tahap memahami soal, memilih pendekatan atau strategi pemecahan, menyelesaikan metode dan menafsirkan solusi. Ilmu matematika ini memiliki sistematika pengerjaan soal seperti yang telah dipaparkan diatas. Dengan begitu individu dapat menyelesaikan atau memecahkan masalah secara sistematis dan mudah karena telah terbiasa dan terlatih melalui pengerjaan soal-soal matematika.

Melalui pendidikan metematika individu-individu generasi penerus bangsa dapat bangkit untuk memajukan bangsa dan negaranya seperti mengembangkan dan meningkatkan kemampuan-kemampuan, menerapkan dan menggunakan matematika dalam bidang lain, berpikir analisis dan sintesis, dan lain-lain. Dengan tercapainya kemampuan-kemampuan tersebut, negara kita dapat mencetak banyak prestasi-prestasi yang gemilang sehingga otomatis kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat dan maju. Pada akhirnya negara kita tidak akan tertinggal dengan negara maju lainnya.

A Journey to UNILA

Bismillahirrahmanirrahim..
A Journey to UNILA

            Semuanya dimulai dari memenuhi sebuah penugasan dalam rangka persyaratan untuk seleksi masuk dalam departemen ProFeil (Profesi dan Keilmiahan) BEM Matematika UNJ. Dan pada saat itu kebetulan juga adalah liburan semester bulan pertengahan Januari sampai pertengahan Februari 2016. Pada saat itu ku mengerjakan essai itu di rumah setelah habis beres-beres dan ayah mamah pergi kerja serta adikku Jijah ke sekolah.
            Pada saat itulah petualanganku “For the first time in forever” untuk menulis essai dengan persyaratan yang diminta oleh ka Ayu Diah Farhana selaku kepala departemen ProFeil dimulai. Melihat persyaratan penulisan essai yang diminta membuatku harus memeras ide dari otakku dan apalagi persyaratan penulisan yang diminta adalah 1000-1500 kata. Wah, lumayan banyak jumlah kata yang mesti kumulai untuk menulisnya.
Langkah yang ku persiapkan adalah menyiapkan laptop dan paketan internet untuk mencari inspirasi. Inspirasi lainnya adalah dari perkataan atau petuah-petuah yang pernah disampaikan oleh orang-orang disekitarku terutama oleh guru smpku yang biasa disampaikan pada waktu upacara bendera dulu. Tema essainya adalah “Penggunaan Matematika dalam Meningkatkan Kualitas Generasi Muda Indonesia” dan aku memilih sub tema “Peranan Ilmu Matematika dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia”. Alasannya karena bidang keilmuan yang kuambil dalam kuliah adalah pendidikan matematika maka sub tema yang ku pilih adalah yang berhubungan dengan pendidikan. Alasan lainnya adalah aku sedikit lebih mengetahui seluk beluk mengenai pendidikan matematika.
Langkah kedua adalah aku mengetik sub tema pada jejaring sosial (googlescholar.com dan google.com) lalu aku membuka dan mendownload beberapa jurnal yang berhubungan dengan subtemanya dan begitupun dengan aku membaca beberapa artikelnya. Aku melihat bagaimana struktur penyampaiannya, laluku coba dengan membuatnya dengan kata-kataku sendiri dengan dipadukan dengan kalimat yang ku ambil dari sumber bacaan tersebut.
Selanjutnya aku juga memadukan dengan menambahkan yang menurutku itu bukti kuat yang dapat memperkuat statementku ke dalam essai tersebut. Kata-kata yang pernah disampaikan oleh guruku sewaktu smp dulu yaitu menceritakan dan memberikan penjelasan bagaimana penting pendidikan yaitu ketika bom nuklir dulu di Jepang yang pertama kali ditanyakan dan dicari adalah jumlah guru yang selamat.
Lalu aku melalujutkan penulisan essainya dengan bukti-bukti ilmiah dari hasil lembaga survey yang terkait dengan sub tema essaiku. Tahun perilisan hasil survey tersebut minimal 5 tahun terakhir untuk bisa memperkuat isi essai tersebut. Jangan lupa ya, kalo dalam penulisan essai mengikuti EYD dengan baik seperti kata bahasa asing yang dimiringkan, membuat teksnya menjadi rata kiri rata kanan (Justify), dan lain-lain. Tips tambahan lagi jangan membuat paragraph dengan penjelasan yang terlalu panjang agar pembaca bisa mudah memahami isi essai dan alasan lainnya karena pembaca biasanya memotong bacaannya sampai batas paragraph lalu biar pembacanya juga ga bosen karena paragraphnya yang terlalu kepanjangan. Hehe..
Dalam essaiku, kupaparkan isi kutipan poin-poin yang disampaikan bapak Soejadi mengenai 5 kemampuan yang dapat dihasilkan melalui pembelajaran matemtika. Disana pada poin-poin tersebut, aku memberikan paparan dengan sumber-sumber jurnal dan artikel. Oh iya, jangan lupa ya dimasukkan daftar pustaka sumber yang diambil.
Dan aku mengakhiri essaiku dengan kesimpulan dari seluruh isi essai serta mengakhirinya dengan sebuah kalimat penutup yang makin menguatkan isi essai. Alhamdulillah essainya selesai juga dan bisa sampai 1337 kata. That is the longest essay that I ever made. Deadline pengumpulan essai ke ka Ayu tiba dan aku mengirimkannya ke email departemen ProFeil BEM Matematika.
Oh iya, sewaktu aku mencari sumber bacaan yang sesuai dengan sub tema, aku melihat sebuah situs yang ternyata ketentuan dan essai yang diminta oleh ka Ayu itu sama dan ternyata itu adalah perlombaan essai nasional dari departemen Matematika UNILA. Sempat terpikir olehku dengan mengirimkan essaiku untuk mengirimkan essai ku untuk mengikuti lomba tersebut. Namun, setelah ku pikir-pikir essai yang kubuat itu salah karena essai yang kubuat judulnya sama dengan sub tema yang ku pilih.

Beberapa minggu berlalu..

            Waktu itu hari jumat pada minggu deadline akhir pengiriman essai. Aku bertemu dengan ka Visya dan ka Hengki yang sudah expert dalam kepenulisan baik essai, KTI, dan lain-lain. Lalu ku bertanya pada ka Visya tentang apakah boleh menulis essai dengan judul yang sama persis dengan sub tema yang diambil dan kata ka Visya ternyata boleh. Mumpung ketemu ka Visya, aku tanya-tanya deh ke ka Visya tentang pengalaman-pengalaman kerennya yang pernah kubaca di blog ka Visya. Kebetulan waktu itu aku membawa laptop dan mumpung ada ka Visya dan ka Hengki aku minta untuk dikoreksi dan dikomentari essai yang telah kubuat. Ada banyak kesalahan dalam penulisan essaiku dan malamnya aku memperbaiki dan menambahkan yang kurang dalam essaiku. Setelah diedit, langsung ku kirim email ke departemen matematika UNILA.

            Pengumuman hasilnya pun tiba…

            Pada hari itu Alhamdulillah essaiku ternyata lolos ke babak grand final, awalnya percaya ga percaya karena aku belum mengecek websitenya dan ka Adet (kakak angkatku di prodi pendidikan matematika) yang memberitakuku melalui Whatsapp, sore itu aku cek websitenya dan ternyata benar. Alhamdulillah yang lolos ada ka Ayu Nabilla Suci dan ka Halimah Prasetyaningrum.

            In the next day..

Aku, ka Yunab, dan ka Ningrum bertemu dengan ka Visya tentang bagaimana tips untuk menghadapi babak grand final. Lalu ka visya juga banyak membantu dalam memberikan format surat untuk permohonan dana untuk ke UNILA. Ka visya baik banget mau bantuin kita dan memberitahu mengenai tips untuk cari transportasi dan penginapan untuk kesana dan memberikan saran-saran tambahannya. Ka Hengki juga baik banget karena memberitahu ke kita bagaimana tips untuk menghadapi persentasi isi essai di hadapan juri-juri nanti.

Hari itu pun tibaa…

Kami berangkat ke lampung dengan transportasi pesawat.
 

Ini foto perjalanan kami dari atas awan, actually this is our first time to have a flight with plane J

Kami dijemput oleh temennya ka Yunab, ka Aldo dan temannya untuk menuju penginapan. Kami sampai pada malam hari, setelah sampai kami makan makanan yang mamahku bekalkan. Lalu kami sholat isya dan sedikit beres-beres untuk keperluan esok. Sekitar jam 2 lewatan kami bertiga bangun untuk sholat malam dan tadarus Al-Quran. Setelah itu kami latihan persentasi dispot-spot kamar.
Pagi pun tibaaaa, the day is coming!!! Aku, ka Ayu dan ka Ningrum siap berangkat dan tapi dalam perjalanan kaki ke UNILA kami sekalian nyari sarapan dan kami memutuskan untuk makan bubur ayam. Ka Ningrum ga ikut makan karena katanya kalo udah maju persentasi nanti baru makan. Perjalanan dengan jalan kaki dari penginapan ke UNILA sekitar 15-20 menitan.
Setelah sampai, kita melihat UNILA yang begitu asri, suka suasananya karena udaranya begitu sejuk dan pohonnya yang banyak. Terus kita melihat festival payung yang susunan dan desain payungnya yang begitu indah. Namun sebelum resgistrasi kami Sholat Dhuha di musholla Ulul Albab, namanya sama kaya di kampus B tapi kalo di kampus B itu masjid Ulul Albab. Hehe.. J baru deh abis itu kita registrasi dan sebelum masuk ke tempat upacara pembukaannya kami berfoto di spot festival payungnya. Di tempat pembukaan acara, kental budaya Lampugnya, kece.. 

I can see another beautiful culture here..




Prosesi pembukaannya selesai dan kami mulai ke tempat perlombaan dilaksanakan untuk lomba essai nasional. Sebenarnya deg-degan banget tapi berusaha untuk menenangkan diri dan tidak dibawa beban, di bawa enjoy maksudnya. Hehe.. J pengocokan undian urutan maju dimulai dan aku dapet urutan ke- 5, ka Ningrum ke-6, dan Ka yunab ke-8. 

Dan ini diaa saat-saat nunggu giliran maju persentasi.




              Alhamdulillah pas maju persentasi lancar, aku berusaha untuk berbicara dengan tidak kecepatan dan jelas serta tidak grogi. Satu lagi, showing my best smile and be relax. Para dewan juri katanya bingung mau nanya apa karena katanya essaiku sudah jelas dalam pemaparannya dan enak dibaca, lalu aku diberi sedikit masukan dalam sebuah kalimat dalam essai di mana lebih bagus untuk di beri contoh pemaparannya, dan dewan juri lainnya juga mengomentari positif tentang essainya. Alhamdulillah, udah selesai maju persentasinya..
            Setelah aku, ka Yunab, dan ka Ningrum sudah selesai maju persentasi  kami sholat dan makan siang. Lalu aku dan ka Yunab jajan-jajan cantik.. wkwk Cuma jajan minuman bubble kokkk.. walaupun hari itu hujan ringan tapi kita beli es karena lagi kepengen. Hehe.. J sebelum detik-detik pengumuman tiba kami foto-foto dan saling kenalan dengan peserta lainnya dan salah satu pesertanya ada temennya ka Hengki, ka Ridho dari Universitas Jember. Teman-teman lainnya ada yang dari IPB, UNHAS, Universitas Jember, UNPAD, Universitas Hasanuddin, UNILA, dan lain-lain. 

Dan ini dia fotonyaa..




Ada lagi nihh.. J kalo yang ini aku, ka Ayu, dan ka Ningrum..




Kalo yang ini pas di festival payungnyaa..




Setelah itu waktunya tibaa.. pengumuman beberapa lomba telah diumumkan dan selanjutnya kini giliran pengumuman lomba essainyaa.. dag dig dug karena kemungkinan bisa jadi dari aku, ka Ayu, dan ka Ningrum yang menang. Harapanku siapapun dari kita minimal ada yang mengan untuk mengharumkan UNJ. J

DAN ALHAMDULILLAH… bahagia terharu karena bisa mengharumkan UNJ dan semua ini tak telepas dari doa orang tua, ayah dan mamah tercinta, adikku jijah dan hafsah, teman-teman dan kaka-kaka tingkat..

This is the photo…(Alhamdulillah)




Dan ini pas foto barengnyaaa  J




            Alhamdulillah dan sampai akhirnya, pada malam dihari itu kita sudah harus pulang kembali ke Jakarta dengan mengendarai bis DAMRI. Sebelum pulang kami membeli bekal makanan untuk di perjalanan nanti. Kira-kira perjalananya dari Lampung ke Jakarta adalah 8 jam-an. Kami berangkat pukul 09.00 dan menyebrangi lautan dari pelabuhan Bakhaueni ke Merak pada pukul 12-an malam. Kita naik kapal “RORO”, kapal besarr yang mengangkut mobil-mobil baik mobil pribadi, bis DAMRI, dan truk besarr. Di kapal kita makan dengan pemandangan lautan di malam hari, anginnya berhembus begitu kencang jadi abis makan kita keliling-keliling kapal liat-liat. Setelah itu sholat tahajud dan tidur deh di musholla dalam kapal. Terus kami di bangunkan oleh petugas kalau kapal sudah mau bersandar di Merak pada pukul 3-an pagi. Setelah itu perjalannan berlajut, aku dan ka Ningrum berhenti di stasiun Gambir dan melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta ke tempat tujuan kami masing-masing kalo ka Ningrum ke rumah aku ke kosan di dekat UNJ. Lalu ka Yunab di gambir tidak ikut berhenti dengan kami karena ka Yunab melanjukan perjalanannya ke rumahnya di Bekasi. Alhamdulillah kami bertiga sampai dengan selamat. Dan aku tiba di kosan pukul 6-an pagi.
            Semoga perjalanan ini senantisasa diberkahi oleh Allah SWT, terima kasih untuk semua orang yang telah mendo’akan kami, semoga kami bisa terus mengembangkan dan membermanfaatkan ilmu kami serta bisa mengharumkan UNJ kembali. Alhamdulillah..

Wabillahi taufik walhidayah ^^



“Semuanya di awali dengan memulai, kalo ga pernah mulai ga akan tau.. tapi mulainya dengan niat komitmen untuk diselesaikan sampai akhir, insyaa Allah hasilnya ga akan ngehianatin prosesnya dan terakhir ikhlas dengan apapun hasilnya nanti.. J




Terima kasih JJJ

IMPIANKU

Bismillahirrahmanirrahim.. Pagi itu, 25 September 2019. Pagi-pagi sekali aku dan keluargaku sudah bangun, yaitu sekitar jam 3. Hari ...