Jumat, 18 Maret 2016

Essay for DINAMIKA ESSAY UNILA

Nurul Abidah

Peranan Ilmu Matematika dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia

Di zaman sekarang ini pendidikan adalah momok yang sangat penting dalam memajukan sebuah negara karena dengan pendidikanlah kita dapat memerangi kebodohan dan kemiskinan. Melalui pendidikan dapat mencetak individu-individu yang unggul dalam berbagai bidang keilmuan, selain itu dapat membentuk karakter-karakter yang kreatif, inovatif dan memiliki keterampilan-keterampilan yang ahli dalam berbagai macam bidang pekerjaan.
Perkembangan dan kemajuan di segala bidang aspek kehidupan suatu bangsa dan negara tidak lepas dari perkembangan dan kemajuan di bidang pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. ( UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 Pasal 1)
Melalui pendidikan seseorang dapat mengetahui banyak hal atau berwawasan luas, dengan berwawasan luas ini seseorang dapat menentukan langkah terbaik mengambil suatu tindakan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang bahkan sangat rumit untuk dihadapi. Salah satu masalahnya, seperti ketika sewaktu Amerika serikat menjatuhkan bom di negara Jepang pada akhir perang dunia II lebih tepatnya pada waktu itu pengeboman atom terjadi di Hiroshima pada 6 Agutus 1945 dan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
Banyak sekali kerugian yang timbul akibat pengoboman atom tersebut, seperti kerugian materil yang sangat besar karena banyak sekali yang hancur pada saat itu dan lalu banyaknya korban baik yang tewas, terkena luka berat mapun terkena luka ringan. Tak hanya sampai itu saja kerena bom tersebut adalah bom nuklir, banyak kerugian yang dialami oleh negara Jepang pada saat itu, yaitu banyak timbul dampak jangka panjangnya yaitu kerusakan lingkungan dan penyakit parah akibat radiasi bom nuklir tersebut.
Pada saat itu negara Jepang benar-benar mengalami kehancuran karena peristiwa itu, namun mereka tetap berupaya untuk mencari jalan keluarnya. Salah satunya yaitu mencari, memanggil, dan mengumpulkan guru-guru dari seluruh penjuru wilayah negara mereka. Mereka melakukan itu agar dapat terus memberikan pendidikan pasca bom nuklir tersebut agar mereka bisa cepat bangkit dari keterpurukan itu. Terbukti pada masa sekarang negara Jepang dapat menjadi negara maju dan memiliki teknologi, baik robot, transportasi maupun komunikasi yang sangat maju. Bukti lainnya adalah banyak produk-produk teknologi mereka yang diekspor ke negara kita. Oleh karena itulah, dengan melihat contoh tersebut dapat dikatakan bahwa dengan pendidikan sebuah negara dapat menjadi maju.
Kita dapat menentukan kualitas pendidikan suatu negara dari maju atau tidaknya sebuah negara. Itu berarti dapat dikatakan bahwa negara tersebut maju  karena negaranya memiliki kualitas pendidikan yang tinggi. Contohnya seperti negara maju yaitu Finlandia yang tentunya memiliki sistem pendidikan yang sangat bagus sehingga negara tersebut memiliki kualitas pendidikan yang tinggi.
Lalu juga kita dapat menentukan kualitas pendidikan suatu negara melalui prestasi-prestasi yang dimilikinya. Namun di negara Indonesia sendiri, prestasi-prestasi yang ada masih minim atau jumlahnya sedikit dibadingkan negara-nagara maju lainnya. Hal ini masih menjadi kendala untuk negara kita menjadi sebuah negara yang maju. Teutama lagi juga prestasi yang jumlahnya masih minim di bidang matematika. Matematika adalah ilmu dasar dari segala ilmu pengetahuan dan melalui matematika dapat membentuk individu-individu yang memiliki kemampuan berpikir logis, sistematis, kreatif, dan jujur.
Mutu pendidikan Indonesia dalam mata pelajaran matematika masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari survei Trend in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) yang menempatkan Indonesia pada posisi yang belum menggembirakan di antara negara-negara yang di survei. Survei TIMSS, yang dilakukan oleh The  International Association for the Evaluation and Educational Achievement (IAE) berkedudukan di Amsterdam, mengambil focus pada domain isi matematika dan kognitif siswa.
Domain isi meliputi Bilangan, Aljabar, Geometri, Data dan Peluang, sedangkan domain kognitif meliputi pengetahuan, penerapan, dan penalaran. Survei yang dilakukan setiap 4 (empat) tahun yang diadakan mulai tahun 1999 tersebut menempatkan Indonesia pada posisi 34 dari 48 negara, tahun 2003 pada posisi 35 dari 46 negara, tahun 2007 pada posisi 36 dari 49 negara, dan pada tahun 2011 pada posisi 36 dari 40 negara.
Sementara itu studi tiga (3) tahunan PISA, yang diselengggarakan oleh Organization for Economic Coorperation and Development (OECD) sebuah badan PBB yang berkedudukan di Paris, bertujuan untuk mengetahui literasi matematika siswa. Fokus studi PISA adalah kemampuan siswa dalam mengidentifikasi dan memahami serta menggunakan dasar-dasar matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Studi yang dilakukan mulai tahun 2000 menempatkan Indonesia pada posisi 39 dari 41 negara, tahun 2003 pada posisi 38 dari 40 negara, tahun 2006 pada posisi 50 dari 57 negara, tahun 2009 pada posisi 61 dari 65 negara, dan yang terakhir tahun 2012 pada posisi 64 dari 65 negara. (Prof Budi: 2015)
Dengan salah satu cara meningkatkan prestasi di bidang matematika adalah melalui pembelajaran atau pendidikan matematika. Melalui pembelajaran atau pendidikan matematika inilah negara kita dapat meningkatkan kualitas pendidikannya. Seorang pakar pendidikan matematika, Soedjadi (dalam Zulkardi, 2000) mengatakan pembelajaran matematika tidak hanya diarahkan agar siswa dapat memecahkan soal dan menerapkan matematika tetapi juga dapat menumbuhkan kemampuan-kemampuan yaitu, (1) kemampuan menerapkan dan menggunakan matematika dalam bidang lain, (2) kemampuan berpikir analisis dan sintesis, (3) kemampuan membedakan yang benar dan salah dengan analisa logis, (4) kemampuan bekerja keras, konsentrasi, dan mandiri, dan (5) kemampuan memecahkan masalah.
Dengan pendidikan matematika, seorang individu dapat memperoleh kemampuan-kemampuan tersebut yang tentunya akan sangat berguna untuk masa depannya nanti. Ini berarti pendidikan matematika memiliki andil yang sangat besar dalam menggapai kesuksesan seseorang di masa mendatang.
Pertama, kemampuan menerapkan dan menggunakan matematika dalam bidang lain. Maksudnya disini adalah menggunakan matematika dalam memecahkan masalah yang ada disekitar. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan suatu pembelajaran dalam kegiatan proses belajar mengajar yaitu Matematik Realistik (MR) yang telah lama dikembangkan di Belanda. Freudental dalam bukunya, Realistic Mathematics Education menyatakan bahwa “matematika harus terkait dengan realita dan matematika merupakan bagian dari aktivitas manusia” (Freudental:2003). Metematika Realistik (MR) adalah pembelajaran matematika yang mengacu pada kontruktivis sosial dan dikhususkan pada pendidikan matematika (De Lange dan Ven Den Neuvel Panhuizen:2003).  Melalui pendidikan matematika individu dapat menciptakan, mengembangkan dan meningkatkan beberapa kemampuannya.
Kedua, kemampuan berpikir analisis dan sintesis. Kemampuan analisis  matematis adalah kemampuan untuk memisahkan materi ke dalam bagian-bagiannya yang perlu, mencari hubungan antara bagian-bagiannya dan mengamati sistem bagian-bagiannya, mampu melihat komponen-komponennya, serta membedakan fakta dari khayalan (Sinta Verawati dewi:2013). Lalu kemampuan sintesis matematis adalah kemampuan berpikir yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang berstruktur atau berbentuk pola baru (Sinta Verawati dewi:2013). Ini berarti bahwa pentingnya pendidikan matematika untuk individu-individu dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan lainnya dan dalam menghadapi serta memecahkan masalah dengan baik dan cepat melalui kemampuan berpikir analisis dan sintesisnya.
Ketiga, kemampuan membedakan yang benar dan salah dengan analisa logis. Melalui ilmu matematika, individu dapat mengembangkan kemampuan tersebut. Kemampuan analisa logis tersebut dapat diperoleh individu melalui berpikir logis. Pengertian berpikir logis dikemukakan oleh beberapa pakar lainnya (Albrecht, 1984, Strydom, 2000, Suryasumantri, 1996). Berpikir logis atau berpikir runtun didefinisikan sebagai: proses mencapai kesimpulan menggunakan penalaran secara konsisten (Albrecht, 1984), berpikir sebab akibat (Strydom, 2000), dan berpikir menurut pola tertentu atau aturan inferensi logis atau prinsip-prinsip logika untuk memperoleh kesimpulan (Suryasumanturi, 1996). Dalam ilmu matematika kita dapat melatih kemampuan ini melalu pengerjaan dan penganalisaan soal-soal dalam menyederhanakan dan membuktikan premis-premis yang ada.  
Keempat, kemampuan bekerja keras, konsentrasi, dan mandiri melalui pendidikan matematika. Di dalam mempelajari matematika diperlukan ketekunan, ketelatenan, kerajinan, dan kesabaran dalam memahami dan memecahkan soal-soalnya. Ketika individu-individu tersebut melakukan hal tersebut maka akan terbentuk dan melekat karakter pekerja keras, konsentrasi, dan kemandirian dalam mengerjakan suatu hal.
Kelima, kemampuan memecahkan masalah melalui pendidikan matematika. Pemecahan masalah menurut Nurhadi (2004 : 206) meliputi beberapa tahap memahami soal, memilih pendekatan atau strategi pemecahan, menyelesaikan metode dan menafsirkan solusi. Ilmu matematika ini memiliki sistematika pengerjaan soal seperti yang telah dipaparkan diatas. Dengan begitu individu dapat menyelesaikan atau memecahkan masalah secara sistematis dan mudah karena telah terbiasa dan terlatih melalui pengerjaan soal-soal matematika.

Melalui pendidikan metematika individu-individu generasi penerus bangsa dapat bangkit untuk memajukan bangsa dan negaranya seperti mengembangkan dan meningkatkan kemampuan-kemampuan, menerapkan dan menggunakan matematika dalam bidang lain, berpikir analisis dan sintesis, dan lain-lain. Dengan tercapainya kemampuan-kemampuan tersebut, negara kita dapat mencetak banyak prestasi-prestasi yang gemilang sehingga otomatis kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat dan maju. Pada akhirnya negara kita tidak akan tertinggal dengan negara maju lainnya.

A Journey to UNILA

Bismillahirrahmanirrahim..
A Journey to UNILA

            Semuanya dimulai dari memenuhi sebuah penugasan dalam rangka persyaratan untuk seleksi masuk dalam departemen ProFeil (Profesi dan Keilmiahan) BEM Matematika UNJ. Dan pada saat itu kebetulan juga adalah liburan semester bulan pertengahan Januari sampai pertengahan Februari 2016. Pada saat itu ku mengerjakan essai itu di rumah setelah habis beres-beres dan ayah mamah pergi kerja serta adikku Jijah ke sekolah.
            Pada saat itulah petualanganku “For the first time in forever” untuk menulis essai dengan persyaratan yang diminta oleh ka Ayu Diah Farhana selaku kepala departemen ProFeil dimulai. Melihat persyaratan penulisan essai yang diminta membuatku harus memeras ide dari otakku dan apalagi persyaratan penulisan yang diminta adalah 1000-1500 kata. Wah, lumayan banyak jumlah kata yang mesti kumulai untuk menulisnya.
Langkah yang ku persiapkan adalah menyiapkan laptop dan paketan internet untuk mencari inspirasi. Inspirasi lainnya adalah dari perkataan atau petuah-petuah yang pernah disampaikan oleh orang-orang disekitarku terutama oleh guru smpku yang biasa disampaikan pada waktu upacara bendera dulu. Tema essainya adalah “Penggunaan Matematika dalam Meningkatkan Kualitas Generasi Muda Indonesia” dan aku memilih sub tema “Peranan Ilmu Matematika dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia”. Alasannya karena bidang keilmuan yang kuambil dalam kuliah adalah pendidikan matematika maka sub tema yang ku pilih adalah yang berhubungan dengan pendidikan. Alasan lainnya adalah aku sedikit lebih mengetahui seluk beluk mengenai pendidikan matematika.
Langkah kedua adalah aku mengetik sub tema pada jejaring sosial (googlescholar.com dan google.com) lalu aku membuka dan mendownload beberapa jurnal yang berhubungan dengan subtemanya dan begitupun dengan aku membaca beberapa artikelnya. Aku melihat bagaimana struktur penyampaiannya, laluku coba dengan membuatnya dengan kata-kataku sendiri dengan dipadukan dengan kalimat yang ku ambil dari sumber bacaan tersebut.
Selanjutnya aku juga memadukan dengan menambahkan yang menurutku itu bukti kuat yang dapat memperkuat statementku ke dalam essai tersebut. Kata-kata yang pernah disampaikan oleh guruku sewaktu smp dulu yaitu menceritakan dan memberikan penjelasan bagaimana penting pendidikan yaitu ketika bom nuklir dulu di Jepang yang pertama kali ditanyakan dan dicari adalah jumlah guru yang selamat.
Lalu aku melalujutkan penulisan essainya dengan bukti-bukti ilmiah dari hasil lembaga survey yang terkait dengan sub tema essaiku. Tahun perilisan hasil survey tersebut minimal 5 tahun terakhir untuk bisa memperkuat isi essai tersebut. Jangan lupa ya, kalo dalam penulisan essai mengikuti EYD dengan baik seperti kata bahasa asing yang dimiringkan, membuat teksnya menjadi rata kiri rata kanan (Justify), dan lain-lain. Tips tambahan lagi jangan membuat paragraph dengan penjelasan yang terlalu panjang agar pembaca bisa mudah memahami isi essai dan alasan lainnya karena pembaca biasanya memotong bacaannya sampai batas paragraph lalu biar pembacanya juga ga bosen karena paragraphnya yang terlalu kepanjangan. Hehe..
Dalam essaiku, kupaparkan isi kutipan poin-poin yang disampaikan bapak Soejadi mengenai 5 kemampuan yang dapat dihasilkan melalui pembelajaran matemtika. Disana pada poin-poin tersebut, aku memberikan paparan dengan sumber-sumber jurnal dan artikel. Oh iya, jangan lupa ya dimasukkan daftar pustaka sumber yang diambil.
Dan aku mengakhiri essaiku dengan kesimpulan dari seluruh isi essai serta mengakhirinya dengan sebuah kalimat penutup yang makin menguatkan isi essai. Alhamdulillah essainya selesai juga dan bisa sampai 1337 kata. That is the longest essay that I ever made. Deadline pengumpulan essai ke ka Ayu tiba dan aku mengirimkannya ke email departemen ProFeil BEM Matematika.
Oh iya, sewaktu aku mencari sumber bacaan yang sesuai dengan sub tema, aku melihat sebuah situs yang ternyata ketentuan dan essai yang diminta oleh ka Ayu itu sama dan ternyata itu adalah perlombaan essai nasional dari departemen Matematika UNILA. Sempat terpikir olehku dengan mengirimkan essaiku untuk mengirimkan essai ku untuk mengikuti lomba tersebut. Namun, setelah ku pikir-pikir essai yang kubuat itu salah karena essai yang kubuat judulnya sama dengan sub tema yang ku pilih.

Beberapa minggu berlalu..

            Waktu itu hari jumat pada minggu deadline akhir pengiriman essai. Aku bertemu dengan ka Visya dan ka Hengki yang sudah expert dalam kepenulisan baik essai, KTI, dan lain-lain. Lalu ku bertanya pada ka Visya tentang apakah boleh menulis essai dengan judul yang sama persis dengan sub tema yang diambil dan kata ka Visya ternyata boleh. Mumpung ketemu ka Visya, aku tanya-tanya deh ke ka Visya tentang pengalaman-pengalaman kerennya yang pernah kubaca di blog ka Visya. Kebetulan waktu itu aku membawa laptop dan mumpung ada ka Visya dan ka Hengki aku minta untuk dikoreksi dan dikomentari essai yang telah kubuat. Ada banyak kesalahan dalam penulisan essaiku dan malamnya aku memperbaiki dan menambahkan yang kurang dalam essaiku. Setelah diedit, langsung ku kirim email ke departemen matematika UNILA.

            Pengumuman hasilnya pun tiba…

            Pada hari itu Alhamdulillah essaiku ternyata lolos ke babak grand final, awalnya percaya ga percaya karena aku belum mengecek websitenya dan ka Adet (kakak angkatku di prodi pendidikan matematika) yang memberitakuku melalui Whatsapp, sore itu aku cek websitenya dan ternyata benar. Alhamdulillah yang lolos ada ka Ayu Nabilla Suci dan ka Halimah Prasetyaningrum.

            In the next day..

Aku, ka Yunab, dan ka Ningrum bertemu dengan ka Visya tentang bagaimana tips untuk menghadapi babak grand final. Lalu ka visya juga banyak membantu dalam memberikan format surat untuk permohonan dana untuk ke UNILA. Ka visya baik banget mau bantuin kita dan memberitahu mengenai tips untuk cari transportasi dan penginapan untuk kesana dan memberikan saran-saran tambahannya. Ka Hengki juga baik banget karena memberitahu ke kita bagaimana tips untuk menghadapi persentasi isi essai di hadapan juri-juri nanti.

Hari itu pun tibaa…

Kami berangkat ke lampung dengan transportasi pesawat.
 

Ini foto perjalanan kami dari atas awan, actually this is our first time to have a flight with plane J

Kami dijemput oleh temennya ka Yunab, ka Aldo dan temannya untuk menuju penginapan. Kami sampai pada malam hari, setelah sampai kami makan makanan yang mamahku bekalkan. Lalu kami sholat isya dan sedikit beres-beres untuk keperluan esok. Sekitar jam 2 lewatan kami bertiga bangun untuk sholat malam dan tadarus Al-Quran. Setelah itu kami latihan persentasi dispot-spot kamar.
Pagi pun tibaaaa, the day is coming!!! Aku, ka Ayu dan ka Ningrum siap berangkat dan tapi dalam perjalanan kaki ke UNILA kami sekalian nyari sarapan dan kami memutuskan untuk makan bubur ayam. Ka Ningrum ga ikut makan karena katanya kalo udah maju persentasi nanti baru makan. Perjalanan dengan jalan kaki dari penginapan ke UNILA sekitar 15-20 menitan.
Setelah sampai, kita melihat UNILA yang begitu asri, suka suasananya karena udaranya begitu sejuk dan pohonnya yang banyak. Terus kita melihat festival payung yang susunan dan desain payungnya yang begitu indah. Namun sebelum resgistrasi kami Sholat Dhuha di musholla Ulul Albab, namanya sama kaya di kampus B tapi kalo di kampus B itu masjid Ulul Albab. Hehe.. J baru deh abis itu kita registrasi dan sebelum masuk ke tempat upacara pembukaannya kami berfoto di spot festival payungnya. Di tempat pembukaan acara, kental budaya Lampugnya, kece.. 

I can see another beautiful culture here..




Prosesi pembukaannya selesai dan kami mulai ke tempat perlombaan dilaksanakan untuk lomba essai nasional. Sebenarnya deg-degan banget tapi berusaha untuk menenangkan diri dan tidak dibawa beban, di bawa enjoy maksudnya. Hehe.. J pengocokan undian urutan maju dimulai dan aku dapet urutan ke- 5, ka Ningrum ke-6, dan Ka yunab ke-8. 

Dan ini diaa saat-saat nunggu giliran maju persentasi.




              Alhamdulillah pas maju persentasi lancar, aku berusaha untuk berbicara dengan tidak kecepatan dan jelas serta tidak grogi. Satu lagi, showing my best smile and be relax. Para dewan juri katanya bingung mau nanya apa karena katanya essaiku sudah jelas dalam pemaparannya dan enak dibaca, lalu aku diberi sedikit masukan dalam sebuah kalimat dalam essai di mana lebih bagus untuk di beri contoh pemaparannya, dan dewan juri lainnya juga mengomentari positif tentang essainya. Alhamdulillah, udah selesai maju persentasinya..
            Setelah aku, ka Yunab, dan ka Ningrum sudah selesai maju persentasi  kami sholat dan makan siang. Lalu aku dan ka Yunab jajan-jajan cantik.. wkwk Cuma jajan minuman bubble kokkk.. walaupun hari itu hujan ringan tapi kita beli es karena lagi kepengen. Hehe.. J sebelum detik-detik pengumuman tiba kami foto-foto dan saling kenalan dengan peserta lainnya dan salah satu pesertanya ada temennya ka Hengki, ka Ridho dari Universitas Jember. Teman-teman lainnya ada yang dari IPB, UNHAS, Universitas Jember, UNPAD, Universitas Hasanuddin, UNILA, dan lain-lain. 

Dan ini dia fotonyaa..




Ada lagi nihh.. J kalo yang ini aku, ka Ayu, dan ka Ningrum..




Kalo yang ini pas di festival payungnyaa..




Setelah itu waktunya tibaa.. pengumuman beberapa lomba telah diumumkan dan selanjutnya kini giliran pengumuman lomba essainyaa.. dag dig dug karena kemungkinan bisa jadi dari aku, ka Ayu, dan ka Ningrum yang menang. Harapanku siapapun dari kita minimal ada yang mengan untuk mengharumkan UNJ. J

DAN ALHAMDULILLAH… bahagia terharu karena bisa mengharumkan UNJ dan semua ini tak telepas dari doa orang tua, ayah dan mamah tercinta, adikku jijah dan hafsah, teman-teman dan kaka-kaka tingkat..

This is the photo…(Alhamdulillah)




Dan ini pas foto barengnyaaa  J




            Alhamdulillah dan sampai akhirnya, pada malam dihari itu kita sudah harus pulang kembali ke Jakarta dengan mengendarai bis DAMRI. Sebelum pulang kami membeli bekal makanan untuk di perjalanan nanti. Kira-kira perjalananya dari Lampung ke Jakarta adalah 8 jam-an. Kami berangkat pukul 09.00 dan menyebrangi lautan dari pelabuhan Bakhaueni ke Merak pada pukul 12-an malam. Kita naik kapal “RORO”, kapal besarr yang mengangkut mobil-mobil baik mobil pribadi, bis DAMRI, dan truk besarr. Di kapal kita makan dengan pemandangan lautan di malam hari, anginnya berhembus begitu kencang jadi abis makan kita keliling-keliling kapal liat-liat. Setelah itu sholat tahajud dan tidur deh di musholla dalam kapal. Terus kami di bangunkan oleh petugas kalau kapal sudah mau bersandar di Merak pada pukul 3-an pagi. Setelah itu perjalannan berlajut, aku dan ka Ningrum berhenti di stasiun Gambir dan melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta ke tempat tujuan kami masing-masing kalo ka Ningrum ke rumah aku ke kosan di dekat UNJ. Lalu ka Yunab di gambir tidak ikut berhenti dengan kami karena ka Yunab melanjukan perjalanannya ke rumahnya di Bekasi. Alhamdulillah kami bertiga sampai dengan selamat. Dan aku tiba di kosan pukul 6-an pagi.
            Semoga perjalanan ini senantisasa diberkahi oleh Allah SWT, terima kasih untuk semua orang yang telah mendo’akan kami, semoga kami bisa terus mengembangkan dan membermanfaatkan ilmu kami serta bisa mengharumkan UNJ kembali. Alhamdulillah..

Wabillahi taufik walhidayah ^^



“Semuanya di awali dengan memulai, kalo ga pernah mulai ga akan tau.. tapi mulainya dengan niat komitmen untuk diselesaikan sampai akhir, insyaa Allah hasilnya ga akan ngehianatin prosesnya dan terakhir ikhlas dengan apapun hasilnya nanti.. J




Terima kasih JJJ

Jumat, 04 Desember 2015

PRA 1 REFORM 2015

Assalamu’alaikum wr.wb teman-teman..
Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga selalu ceria dan semangat yaap!!
Semangat pagi untuk teman-temanku semua yang ketce2.. hehe

           Alhamdulillah tepatnya pada hari ini bisa menghadiri salah rangkaian acara yang bagus banget buat kita pemuda-pemuda FMIPA.. Tepatnya  hari ini Jum’at, 04 Desember 2015 ada pra 1 REFORM 2015. Acaranya dimulai tepat pukul 04.00 sore di rooftop, gedung ungu alias gedung FMIPA. Hal-hal bermanfaat apa aja ya yang tadi sudah dilakukan pada saat pra 1 REFORM 2015 tadi ya?? Anda KEPO?oh hehe yuks di simak yaap.. monggo.. 

Dengan suasana yang sejuk dan berangin, kami membentuk lingkaran dan saling kenalan dengan menyebutkan nama serta prodi  dan angkatan. Setelah ntuk itu, ka Sigit bertanya pada kami, “teman-teman di sini udah pada tau reform itu apa?”. Lalu kami menjawab dengan berbagai macam jawaban dan setelah itu kak Sigit mengatakan bahwa “REFORM itu adalah acaranya Departemen Sospol (sosial dan politik )BEM FMIPA dan diikuti oleh empat jurusan di Fakultas MIPA yaitu, Matematika, Kimia, Biologi dan Fisika dan tahukah kalian??? kalo reform ini tidak hanya untuk para TAnK MIPA, ataupun Desa Binaan  dan Forum Perempuan FMIPA saja,tapi untuk seluruh keluarga besar FMIPA juga.”

                Setelah itu pada pukul 16.45 kami diberikan penugasan untuk mewawancarai  warga Kampus B UNJ dengan dibagi menjadi 3 kelompok. Hal apa yang menjadi topik wawancara kami?? Siapa saja yang kami wawancarai?? Ka Frada membacakan topik wawancara untuk kelompok-kelompok tersebut, yaitu :

a.       Tanggapan dan opini mengenai mahasiswa FMIPA.
b.      Tanggapan mengenai etika perilaku dan moral mahasiswa FMIPA.
c.       Kesan dan pesan untuk mahasiswa FMIPA.

Dan untuk kelompok pertama mendapat tugas mewawancarai petugas kebersihan, kelompok dua mewawancarai petugas keamanan, dan kelompok tiga mewawancarai petugas parkir. Dan ketiga kelompok tersebut mendapat tambahan untuk mewawancarai petugas kantin di lingkungan kampus B UNJ. Ditambah di dokumentasiin juga maksudnya foto bersama gitu. Buat apa? Ya buat kenang-kenangan. Wkwk.. “Tahukah kamu? Kenangan yang tersimpan dalam sebuah gambar atau tulisan yang akan mebuatmu tersenyum dan bahagia sepuluh tahun  bahkan dua puluh tahun lagi”

Dan hasil wawancaranya dipersentasikan di pada pukul 17.15 di samping gsg


dan inilah khusus hasil wawancara dari kelompok 2 yaitu :

1.       Pak Warifin (petugas keamanan yang ada di lobby gedung FMIPA)

A. Pak Warifin mengatakan opininya dan opininya mengenai etika dan moral bahwa mahasiswa FMIPA itu rata-rata mudah diajak berkomunikasi untuk diberi nasihat. Contoh : mengenai kebersihan. Lalu rata-rata mahasiswa FMIPA itu sopan, santun, baik akhlak dan agamanya, kebersihannya juga, dan saling kompak antara senior dan junior.
B.  Kesan dan Pesan pak Warifin yaitu mahasiswa FMIPA rata-rata memiliki akhlak yang bagus dan semoga mahasiswa FMIPA bisa semakin ramah dan bisa semakin peka dan bisa sedikit bantu menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan FMIPA.
(YUK!! Terapin GT-5S gak hanya ke teman-teman aja, minimal ketika kita lewat di depan bapaknya kita bisa senyum atau bahkan menyapa dengan kata-kata “pagi pak  J” atau “permisi pak”)

2.       Mba Niken (petugas kantin di depan RUSUNAWA)

A. Tanggapan dan opini mba Niken yaitu mahasiswa FMIPA itu baik dan memiliki sopan santun namun tidak keseluruhannya, terkadang ada yang nyebelin namun sebagian besar baik dan sopan.
B.  Opini mba Niken mengenai etika perilaku dan moral mahasiswa FMIPA baik dan memiliki etika yang baik ketika berbicara namun  kesadaran akan kebersihannya masih kurang.
C.  Kesannya untuk mahasiswa FMIPA yaitu mereka baik dan sopan dan pesannya untuk mahasiswa FMIPA tingkatin kesadaran akan kebersihan dan mari kita jaga kebersihan lingkungan kampus kita bersama-bersama.

Dan tak lama kemudian teman-teman yang baru selesai kelas mata kuliah datang untuk mengikuti pra 1 REFORM ini semakin banyak lalu kami dibagi menjadi tiga kelompok untuk bertemu kaka pendamping dan kelompok kami didampingi oleh ka Diah Ayu Rizkiana, kami sharing-sharing tentang REFORM dan kagiatannya dan juga mengenai urgensi mengikuti REFORM ini. Alhamdulillah rangkaian acaranya selesai setelah kami menyambut pekikan “HIDUP MAHASISWA!!HIDUP RAKYAT INDONESIA!!HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA!!” dan ditutup dengan doa kafaratul majelis. Alhamdulillah lagi.. ^^ semoga bermanfaat.. J YIPPIE..


Wassalamu’alaikum wr.wb

REFORM 2015

Assalamu’alaikum wr.wb..
Semangat pagi apapun situasi dan kondisinya!! Seorang pemuda harus bersemangat  karena semangat itulah yang dapat membangun bangsa ini. Namun tak cukup semangat saja namun sangat dibutuhkan aksi nyata dalam membangun bangsa. Ya inilah kami pemuda Indonesia, “Pemuda Hari Ini, Pemimpin Masa Depan”.
                Dari ulama Hasan Al Bana mengakatakan bahwa terdapat 4 elemen dari pemuda yang memiliki kelebihan dari orang tua, yaitu adalah :
-          Memiliki semangat (masa produktif).
-          Memiliki azzam (niat) yang kuat.
-          Pemuda itu ikhlas, tidak mementingkan ego.
-          Selalu beramal.
Fokus senin kemarin menghadirkan para pembicara yang sangat luar biasa, yaitu mereka menghadirkan 3F. Mohamad Faik Setiadi (Komandan TAnK MIPA 2015) dan Fajar Yulianto (Komandan TAnk MIPA 2014/2015) dan Faisal Azhar (Koordinator TAnK MIPA 2013/2014) dan di moderatori oleh saudara Sigit Galih Nugroho (Ketua Pelaksana Reform 2015). 
Namun sayang sekali saya tidak dapat menghadirinya dikarenakan mengerjakan tugas Olimpisme, yaitu workshop bersama teman-teman saya ke SMAN 112 Jakarta Barat. Dikarenakan saya tidak hadir dalam acara kece tersebut saya mengutip beberapa hal dari hasil jelajah saya di internet.
       Fitrah pemuda adalah bergerak bagaikan baling-baling, untuk membentuk diri se-ideal mungkin supaya dapat meneruskan generasi-generasi yang sudah tua. sebagaimana ungkapan “syubbanul yaumu rijaalul ghod” pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. baik buruknya pemimpin bangsa besok tergantung para pemudanya hari ini. semakin bagus karakter, sikap, dan ental pemuda hari ini, maka semakin baik pula masa depan bangsa ini.
       untuk itu saya disini berpesan pada teman-teman yang masih muda (umur bekisar 17 s.d 30) supaya menghindari perbuatan yang sia-sia, gunakan waktu seoptimal mungkin untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain, hindari hal-hal yang membawa impian semu seperti, pergaulan bebas, narkoba, hedonis, seks bebas, dll. karena jika kamu sekali-kali mencoba hal-hal yang tidak baik itu pastilah besok ketika tua kelak akan meras rugi.
       Gapailah impian setinggi mungkin untuk mencari kehidupan yang pasti yaitu kehidupan setelah mati (akhirat), tanpa harus meninggalkan kehidupan yang mungkin yaitu kehidupan sebelum mati. jika kamu sudah punya cita-cita masuk surga, maka insya Allah perbuatanmu akan lebih baik. tapi jika betul-betu fokus pada impian tersebut lho.
       Selama ini, pemuda yang merupakan bagian utuh dalam kategori sosial, ekonomi, politik, dan makhluk berbudaya telah gagal dikelola para pemimpin negeri ini menjadi sebuah generasi bangsa yang prima dan memiliki kepastian masa depan. Berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada upaya pembinaan dan pemberdayaan pemuda melahirkan generasi yang terbelah, generasi koruptor, generasi narkoba, generasi free sex, generasi borjuasi baru, generasi konsumerisme, dan generasi yang malas. Disisi lain arus budaya asing akibat dari pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, sementara ’imunitas’ para pemuda dari serbuan budaya asing sangat lemah. Dengan demikian tingkat kemajuan, kesiapan dan daya saing generasi muda bangsa ini jauh tertinggal dengan generasi muda bangsa-bangsa lain.
       Sehingga memerlukan langkah-langkah pemberdayaan baik yang menyangkut pengorganisasiannya maupun yang menyangkut produktivitasnya. Posisi pemuda yang paling ideal adalah selalu menjadi “avant garde” garda terdepan dari perubahan.
       Kita bisa mengambil banyak contoh orang-orang terkenal pada level dunia yang daya juang dan daya fikirnya cukup menakjubkan. Seorang bernama Bill Gates menjadi milyader dunia dan kampiun di bidang komputer melalui jaringan Microsoftnya hanya dari sebuah garasi sederhana di pojok pelosok USA dan rela drop out dari Harvard University. Teladan lain diberikan Mantan PM Norway Jens Stoltenberg yang baru saja lengser (kini menjadi pemimpin parlemen), menduduki tahta perdana menteri pada usia 35 tahun. Merekalah orang-orang muda yang menjadi tokoh pada zamannya. Pada bangsa kita banyak sekali teladan dari pemimpin nasional, Soekarno mendirikan PNI pada tahun 1921 pada usia yang belum genap 20 tahun, dan Dr. Sam Ratulangi merebut gelar doktornya di Belanda sebagai doktor termuda.
       “Pemuda Tiang Negara, Pemudi Harapan Bangsa”, istilah yang sudah sinonim dan menjadi klise di dalam masyarakat kita. Tidak dinafikan sepanjang babak sejarah pembangunan dan kebangkitan suatu bangsa biasa dimulai dengan semangat kepemudaan. Dalam sejarah bangsa, pemuda senantiasa mengambil peranan sebagai agen perubah. Pada era penjajahan, generasi muda dari pelbagai daerah di Nusantara telah menyemai bibit persatuan dan kesatuan dalam bingkai “Sumpah Pemuda” (1928 – Indonesia).
       Pada tahun 1966 generasi muda-lah yang telah mempelopori peralihan kekuasaan dari Order Lama ke Order Baru. Mereka juga telah membentuk arus reformasi meluruskan perjalanan bangsa lewat “Gerakan Reformasi 1998”.
       Fakta di atas menunjukkan bahwa peran pemuda menempati posisi yang strategis. Semua bangsa di berbagai belahan dunia mengakui semangat pemuda merupakan sumber daya bangsa yang mampu menciptakan hal-hal luar biasa termasuk faktor perubahan yang fundamental. yang harus dilakukan oleh bangsa demi kemajuan dan kejayaan pada masa depan ialah memberdayakan generasi muda.
       Sahabat Nabi, Umar r.a. pernah mengungkapkan: “Barang siapa ingin menggenggam nasib suatu bangsa, maka genggamlah para pemudanya”. Siapa yang memiliki pemuda, maka ia akan menguasai masa depan hingga kata-kata “Pemuda Tiang Negara, Pemudi Harapan Bangsa” bukan hanya mitos dan retorik belaka. Sesungguhnya di tangan pemuda terletak nasib umat dan di dalam kepemimpinan mereka terletak survival ( keberlangsungan ) bangsa.
       Bapak Proklamator Soekarno juga pernah mengatakan yang dibutuhkan negara ini adalah pemuda yang tangguh dan trengginas, dengan 10 pemuda saja maka akan digoncangkan dunia dan akan dipindahkannya gunung Mahameru. Secara metaforis, ungkapan ini rasanya mewakili betapa krusial dan starategisnya aspek generasi muda.
       Sewajarnya agenda membina pemuda sebagai pilar pembangunan bangsa dalam mengatasi persoalan sosial dan moral menjadikan mereka bersikap mandiri dan berdaya guna serta memprioritaskan untuk mempersiapkan pemuda sebagai calon pemimpin bangsa di tingkatan lokal maupun nasional.
       Beberapa kegiatan pokok yang harus dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan pemuda dapat dikelompokkan dalam beberapa bidang yaitu, bidang keagamaan dan sosial budaya, pemberdayaan ekonomi, serta kesejahteraan sosial.
       Pertama, bidang keagamaan dan sosial budaya. Dalam hal ini memberikan pendidikan nilai-nilai moral dan etika , meningkatkan peran pemuda dalam kegiatan sosial keagamaan dan sosial kemasyarakatan di semua tingkatan dan melakukan pembinaan wawasan kebangsaan, meningkatkan rasa kesetiakawanan dan kepedulian sosial dan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan kepada para pemuda yang ada di sekolah dan kampus, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Hal ini penting agar para pemuda memiliki moralitas dan etika yang baik, memiliki nilai-nilai kepemimpinan dan mempunyai wawasan kebangsaan yang mendalam, serta menjauhkan para pemuda dari pengaruh-pengaruh destruktif terutama penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, dan zat aditif lainnya.
       Kedua, Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, pemerintah memerlukan terobosan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi domestiknya. Dan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kegiatan usaha masyarakat melalui penciptaan wirausahawan baru terutama wirausaha muda dengan membentuk Sentra Kewirausahaan Pemuda (SKP). Sentra ini berorientasi pada pemuda yang mempunyai misi untuk berkarya dan berkreasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir, menguasai iptek, memiliki keterampilan dan juga dapat meningkatkan produktivitas para pemuda. Dengan demikian melalui kegiatan SKP ini diharapkan dapat membentuk, meningkatkan, mengembangkan kuantitas, dan kualitas para wirausahawan muda. Kewirausahaan di sini hendaknya jangan dipahami hanya sekedar kemampuan membuka usaha sendiri. Namun lebih dari itu, kewirausahaan haruslah dimaknai sebagai momentum untuk mengubah mentalitas, pola pikir dan perubahan sosial budaya.
  Ketiga, bidang kesejahteraan sosial, yaitu dimana para pemuda memiliki hak untuk mendapatkan berbagai fasilitas hidup meliputi ; pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Kelompok pemuda usia sekolah membutuhkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Sedangkan kelompok lulusan pendidikan membutuhkan lapangan pekerjaan dan media untuk mengoptimalisasikan potensi yang dimiliki. Belum lagi dengan kebutuhan untuk mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan, jaminan sosial masa depan, serta mendapatkan kemudahan dalam mengakses fasilitas dan pelayanan publik lainnya.
       Mengingat posisi pemuda yang sangat strategis sebagai sumber daya insani pembangunan dan calon-calon pemimpin masa depan. Maka, memberikan perhatian yang khusus kepada para pemuda adalah sebuah kemestian. Jika kita semua abai dan lalai terhadap persoalan kepemudaan yang kini kian memprihatinkan dari segala aspeknya. Fenomena Pengangguran, krisis mental, dekadensi moral, krisis eksistensi, budaya permisif dan pragmatisme, kemalasan serta minimnya aspek kepemimpinan dikalangan pemuda akan tetap menyelimuti bangsa ini.
       Sudah tiba saatnya negara memberikan perhatian khusus kepada pemuda untuk menghadapi kerasnya peradaban di era mendatang. Bangsa yang melalaikan potensi kepemudaannya akan segera menerima kehancuran. Sehingga Cukup sejarah peradaban dunia menjadi saksi, betapa bangsa-bangsa besar akhirnya runtuh akibat rendahnya kualitas generasi muda mereka. Sudah menjadi aksioma sejarah, bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok ( masa depan )

source:
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150440646995753&id=260187485752

https://kangfais.wordpress.com/kajian/pemuda-hari-ini-adalah-pemimpin-masa-depan/

Kamis, 19 November 2015

FIELD REPORT - PKMJ MATEMATIKA 2015

Bismillahirrahmanirrahim..
Nama       :     Nurul Abidah
Kelas        :     Pendidikan Matematika A
NRM         :     3115150891
Dari           :     Kelompok 2 – Jendral A.H Nasution

Assalamu’alaikum wr.wb..
seMATHngat pagi teman-teman semua..  Semoga selalu diberi kelancaran dan kemudahan dalam setiap urusannya.. Aamiin Ya Rabb..
Pada hari jum'at tepatnya pada tanggal 13 November 2015 agenda penting yang telah dinantikan setelah melalui tahap Briefing, Pra 1 PKMJ, dan Pra 2 PKMJ akhirnya tiba yaitu PKMJ Matematika 2015, yeayy!! Alhamdulillah. . ^^

Agendanya diawali dengan Apel yang dipandu oleh ka Muzakki Tamami. Sore itu aku sampai di lapangan Daksinapati tepatnya lapangan luas yang bertanah merah itu terdapat di depan Masjid At-taqwa pada pukul 15.32. Semakin sore langit semkin terlihat mendung tetapi Alhamdulillah Apel tetap dapat dijalankan dengan baik walaupun yang datang baru sedikit dikarenakan teman-teman yang lain masih ada jam kuliah.  Apel yang dikomandani oleh ka Koko diawali dengan tilawatil Alqur'an lalu menyanyikan lagu Indonesia raya secara bersama-bersama. Lalu setelah itu Apel  PKMJ Matematika 2015 dibuka oleh pak Ibnu Hadi. Setelah Apel selesai pak Ibnu menyampaikan 3 pesan penting yang mesti kami lakukan demi kelancaran dan kebermanfaatan acara PKMJ nanti, pesannya yaitu jangan egois, saling membantu walaupun dengan anggota kelompok lain, dan HARUS  SEMANGAT!!
            Dikarenakan sore itu semakin mendung dan mulai gerimis akhirnya saya dan teman-teman yang lain pindah ke IDB II gedung dewi sartika lantai 7. Teman-teman yang lain semakin banyak menyusul karena jam kuliah mereka telah usai. Di sana kami duduk bersama kelompoknya masing-masing dan mulai mengumpulkan penugasan individu yaitu membuat surat peminjaman barang  dan lembar mutabaah dan juga penugasan kelompok yaitu laporan danus serta kertas asturo yang berisi resume kegiatan PKMJ tahap demi tahap.
Lalu pada pukul 18.00 kami berpindah tempat lagi ke Masjid At-taqwa untuk sholat Maghrib disana. Setelah sampai di Masjid hujan turun dengan semakin deras lalu setelah itu kami mulai melanjutkan perjalanan kami menuju Villa ira yang berada di Cisarua, Bogor.

Setelah sampai di Masjid hujan turun dengan semakin deras lalu setelah itu kami mulai melanjutkan perjalanan kami menuju Villa ira yang berada di Cisarua, Bogor. Kelompokku kelompok 2 berangkat dengan didampingi kaka fasil yaitu ka Ella yang super baik hehe. . ^^ Walaupun hujan mengguyur dengan derasnya namun kami semangat untuk melanjutkan perjalanan kami untuk sampai ke terminal bus Kampung Rambutan. Walaupun menunggu untuk bisa menaiki busnya karena keadaan bus-bus yang sebelumnya penuh penumpanh dan macetnya lalu lintas saat itu namun Alhamdulillah tak lama kemudian kami bisa menaiki busnya dan bisa bersama kelompok lain di bus tersebut yaitu kelompom 9 dan 10. Bus tersebut penuh setelah kami naiki bersama dan ada beberapa di antara kami yang berdiri di dalam bus sepanjang perjalanan namun setelah hampir sampai di Kampung Rambutan kami sempat duduk karena ada penumpang lain yang turun. Tak lupa di sepanjang perjalanan kami melakukan penugasan yaitu mewawancarai 3 orang dengan profesi berbeda. Di bus kami mewawancarai 2 orang bapak-bapak mengenai peran Mahasiswa dan 1 orangnya lagi kami wawancarai setelah sampai di Kampung Rambutan.

                   Pada hari selasa, 20 Oktober 2015 saya menghadiri kegiatan briefing PKMJ Matematika 2015 di IDB 2, gedung Dewi Sartika, kampus A, UNJ. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 1 siang tepat dan saya baru hadir ketika pukul 1 siang lewat 20 menit. Saya datang agak sedikit terlambat karena diskusi dengan teman-teman sekelas mengerjakan tugas Kalkulus. Namun, dengan keterlambatan ini saya teringat kembali jarkoman yang diberikan ka April, di jarkoman tersebut ada sebuah kalimat “Pemimpin yang baik tidak datang terlambat”.Saya ingin memperbaiki diri karena kalimat tersebut telah mengingatkan saya untuk menjadi disiplin dan menjadi orang yang lebih baik lagi untuk jadi pemimpin terutama untuk diri saya sendiri.
                   Nah, sebelum itu saya ingin menjelaskan apa sih itu PKMJ?  PKMJ atau Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa jurusan adalah kegiatan yang melatih mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang baik, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain dan melatih mahasiswa untuk menjadi orang  yang pandai berorganisasi. PKMJ matematika 2015 juga merupakan syarat yang harus diikuti agar bisa menjadi bagian dari BEMJ dan LLMJ jurusan Matemati.  PKMJ matematika 2015 ini mempunyai jargon “Bangun semangat totalitas, Berjiwa militansi, tuk jadi,  Pemimpin yang menginspirasi”. Kegiatan briefing ini dipandu oleh ka Dimas Ainul dan acara dibuka dengan tilawah oleh Muhammad Rizki, ketua angkatan jurusan matematika 2015. Setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran video mengenai acara PKMJ Matematika 2014 dan testimoni-testimoni yang disampaikan oleh ka Candra, Ka Dimas, dan Ka Hafizh.   
                   Lalu selanjutkan ada penyampaian materi tentang “Kesekretariatan dan Manegemen Keuangan” yang disampaikan oleh ka Aisah lubis dan ka Ella Novita, yang juga menjadi fasil kelompok saya yaitu kelompok 2. Materi ini kece sekali karena materi ini penting dan berguna sekali di organisasi manapun. Setelah materi ada technical meeting (TM) dengan kelompoknya masing-masing. Pada TM tersebut saya bertemu dengan fasil kelompok 2 yaitu ka Ella. Pada saat itu kami saling berkenalan dan saling bercerita mengenai keorganisasian dan juga menyampaikan jawaban alasan kenapa saya dan anggota kelompok 2 lainnya mengikuti acara PKMJ ini. Lalu pada TM ini juga diberikan penugasan-penugasan terkait PKMJ termasuk menulis di blog mengenai  resume kegiatan briefing ini.
                   Selanjutnya acara penutupan yang ditutup oleh doa yang disampaikan oleh ka Andri Kosiret.  Setelah pembacaan doa selesai dan yang terakhir Mcnya yaitu ka Dimas meminta salah satu dari peserta PKMJ 2015 untuk maju ke depan memandu peserta lainnya menyampaikan jargon PKMJ 2015 secara bersama-sama yaitu  “Bangun semangat totalitas, Berjiwa militansi, tuk jadi,  Pemimpin yang menginspirasi”.


Tetap seMATHngat terus untuk menghadapi semua tantangan yang datang!!
Jangan pernah menyerah dan putus asa!!
Dengan usaha dan doa yang maksimal pasti bisa!!
Dan yang lebih penting lagi menerima semua hasilnya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur karena  semua hasilnya merupakan rencanaNya yang  paling terbaik untuk setiap hambanya!!

seMATHngat!!!

Terima kasih dan..

Wassalamu’alaikum wr.wb..

Kamis, 12 November 2015

FIELD REPORT PRA 1 PKMJ

Assalamu’alaikum wr.wb..

seMATHngat pagi teman-teman semua..  Semoga selalu diberi kelancaran dan kemudahan dalam setiap urusannya.. Aamiin Ya Rabb..
            Saya tidak dapat menghadiri kegiatan pra1 PKMJ Matematika 2015 di IDB 2, gedung Dewi Sartika, lantai 7 di kampus A, UNJ karena saya ada keperluan untuk pulang kerumah yang tidak bisa ditinggal. Saya mau cerita sedikit tentang pengalaman yang saya  dapat dari teman saya di pra1 PKMJ (Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Jurusan) 2015 yang Alhamdulillah menambah pengetahuan. Nah materi yang saya dapat adalah tentang manajemen organisasi, even organixer dan legislatif mahasiswa.
Materi ini membahas mengenai bagaimana perlangkapan persidangan dan peraturan yang berlaku dalam persidangan. Wh, pepersidangan ini penting loh buat bisa mencapai kesepakatan bersama dalam mengambil keputusan supaya suatu lembaga pemerintahan dapat menyelesaikan masalah nya dengan baik.
Lalu mengenai llmj materi ini penting buat kita biar kita bisa paham bagaimana struktur pemerintahan di jurusan matematika, aturan yang ber laku, dan hal-hal penting lainnya. Materi-materi ini tentunya sangat bermanfaat untuk kita serta bsa memberikan manfaat jangka panjang juga menambah wawasan kita. Dan acara yang terakhir kami mendapat materi dari kak  Hafiz selaku ketua BEMJ MATEMATIKA 2015 mengenai struktur organisasi dan fungsi bem. Lalu ada pula materi dari kak rizki dari LLMJ yang menjelaskan tentang struktur dalam organisasi LLMJ.

Selanjutnya acara penutupan yang ditutup oleh doa dan ditutup dengan jargon PKMJ 2015 secara bersama-sama yaitu  “Bangun semangat totalitas, Berjiwa militansi, tuk jadi,  Pemimpin yang menginspirasi”.



Tetap seMATHngat terus untuk menghadapi semua tantangan yang datang!!
Jangan pernah menyerah dan putus asa!!
Dengan usaha dan doa yang maksimal pasti bisa!!
Dan yang lebih penting lagi menerima semua hasilnya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur karena  semua hasilnya merupakan rencanaNya yang  paling terbaik untuk setiap hambanya!!

seMATHngat!!!

Terima kasih dan..

Wassalamu’alaikum wr.wb..

Sabtu, 07 November 2015

FIELD REPORT PRA 2 PKMJ

Bismillahirrahmanirrahim..
Nama     :    Nurul Abidah
Kelas      :    Pendidikan Matematika A
NRM      :    3115150891
Dari       :    Kelompok 2

Assalamu’alaikum wr.wb..
seMATHngat pagi teman-teman semua..  Semoga selalu diberi kelancaran dan kemudahan dalam setiap urusannya.. Aamiin Ya Rabb..
              Pada hari sabtu,07 November 2015 saya menghadiri kegiatan pra 2 PKMJ Matematika 2015 di IDB 2, gedung Dewi Sartika, lantai 7 di kampus A, UNJ. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 1 siang tepat dan saya baru hadir ketika pukul 12 siang lewat 55 menit. Allhamdulillah ada peningkatan jadi tidak telat seperti pada kegiatan briefing, lah lalu bagaimana dengan pra 1-nya?. Kebetulangan pada waktu pra 1 itu saya tidak dapat hadir dikarenakan anak kos mau pulang ke rumah karena suatu hal. Namun, dengan ketidakhadiran saya ini tidak akan pernah menurunkan semangat saya untuk ikut pkmj dalam rangka agar bisa menjadi pribadi yang berani, berkarakther seorang pemimpin, dan menjadi orang yang bernilai maksudnya adlah orang yang bermanfaat.  Teringat kembali jarkoman yang diberikan ka April, di jarkoman tersebut ada sebuah kalimat “Pemimpin yang baik tidak datang terlambat”.Saya ingin kalimat tersebut tertanan selalu pada diri saya dalam upaya meningkatkan kualitas diri untuk menjadi pemimpin yang berkarakter, serta dapat menjadi disiplin dan menjadi orang yang lebih baik lagi terutama untuk diri saya sendiri dan orang tua saya, ayah dan mamah tercinta^^.
            Kegiatan pra 2 PKMJ Matematika 2015 ini dimulai pada pukul satu siang tepat dengan dipandu oleh ka muzakki tamami. Acara di buka dengan tilawah oleh Wahyu, lalu selanjutnya dilanjutkan dengan materi tentang ialah “ Manajemen Organisasi dan Event Organizer” oleh kak Arief Setiawan selaku wakil ketua BEM FMIPA dan dimoderatori oleh Kak Muhammad Abdul Rahim. Manajemen ialah seni untuk mengatur hati sumber daya manusia atau dapat juga diartikan sebagai sistem koordinasi individu / kelompok untuk mencapai tujuan dengan menggunakan strategi. Event organizer adalah sekelompok orang yang mengatur acara. Antara manajemen dan EO memiliki peran yang sama yaitu pelayanan. Dalam EO dikenal prinsip 5W+1H (why, what, where, when, dan how) artinya mengapa acara itu diadakan, apa tujuannya, dimana lokasinya, kapan waktu pelaksanannya dan bagaimana acara tersebut agar dapat terlaksana. Selain prinsip, dibahas juga tentang dasar – dasar pengelolaan event dan tahapan menyelenggarakan event. Event organizer harus memiliki tujuan yang jelas, teamwork yang kuat dan solid, serta ide – ide yang kreatif dan yang paling penting ialah memiliki SDM yang berkualitas. Setelah berhasil mengadakan suuatu event, sangat perlu untuk diadakan evaluasi. Tujuannya ialah membahas hal – hal yang kurang dalam pelaksanaan acara tersebut. Namun, tidak semua acara terlaksana sesuai rencana. Maka perlu disiapkan juga plan B yang harus didukung dengan komunikasi serta kerjasama yang akan membuat hambatan dan rintangan menjadi peluang. Selanjutnya setealah materi 1 selesai ada pemberian souvenir dan kenang-kenangan dari Acara PKMJ Matematika 2015 yang di berikan oleh ka chandra sekaligus selaku ketua PKMJ Matematika 2015.

Lalu dan selanjutnya itu adalah materi yang disampaikan oleh Ka Arief tentang Manajemen Organisasi dan Event Organizer. Selanjutnya ada review materi ke 2 yang dibawakan oleh kak Ahmad Rizki Ichsan Fauzie tentang “Kapita Selekta Legislatif” dan dimoderatori oleh kak Muhammad Dyon Ramadhan.
John Lock membagi 3 kekuasaan negara sebagai berikut :
1.       Legislatif
2.       Eksekutif
3.       Federatif
Berbeda dengan John Locke, Montesque membagi kekuasaan negara yang dikelan dengan Trias Politica  yaitu :
1.       Legislatif
2.       Eksekutif
3.       Yudikatif
                 Legislatif sangat penting karena peran legislatif ialah untuk membuat peraturan yang menjadi pedoman eksekutif dalam menjalankan tugas – tugasnya. Badan legislatif sangat berkaitan erat dengan pengawasan, aspirasi dan juga peraturan.
Dalam UUD 1945 pada pasal 20, legislatif memiliki hak, antara lain :
-          Hak interpelasi
-          Hak angket
-          Hak menyatakan pendapat
-          Hak budget
-          Hak bertanya
-          Hak imunitas
-          Hak petisi
-          Hak amandemen
-          Hak inisiatif

Legislatif juga harus memberikan penilaian terhadap eksekutif yang meliputi :
1.       Penilaian anggaran
2.       Penilaian kuantitatif
3.       Penilaian kualitatif
     
                   Setelah materi 2 selesai, ada pemberian souvenir dan kenang-kenangan dari Acara PKMJ Matematika 2015 yang di berikan oleh ka chandra sekaligus selaku ketua PKMJ Matematika 2015. Lalu pada pukul 13.50 kami ada temu kelompok di lapangan daksinapati. Kami saling berkenalan kembali karena beberapa dari kami belum pernah ketemu satu sama lain dan mengatur strategi untuk penugasan kelompok kami.
              Selanjutnya acara penutupan yang ditutup oleh doa dan ditutup dengan jargon PKMJ 2015 secara bersama-sama yaitu  “Bangun semangat totalitas, Berjiwa militansi, tuk jadi,  Pemimpin yang menginspirasi”.


Tetap seMATHngat terus untuk menghadapi semua tantangan yang datang!!
Jangan pernah menyerah dan putus asa!!
Dengan usaha dan doa yang maksimal pasti bisa!!
Dan yang lebih penting lagi menerima semua hasilnya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur karena  semua hasilnya merupakan rencanaNya yang  paling terbaik untuk setiap hambanya!!

seMATHngat!!!

Terima kasih dan..

Wassalamu’alaikum wr.wb..

IMPIANKU

Bismillahirrahmanirrahim.. Pagi itu, 25 September 2019. Pagi-pagi sekali aku dan keluargaku sudah bangun, yaitu sekitar jam 3. Hari ...